Senin, 23 Januari 2012

Fenomena Boy Girl Band

Akhir2 ini televisi di dominasi oleh sekelompok ABG (atau setidaknya memaksa kita berfikir bahwa mereka ABG) yang mengganggu pandangan mata dengan tarian dan lipsing mereka. Perubahan dominasi music di TV dari lagu cinta melayu mendayu dayu menuju ke sekumpulan anak muda bergaya absurd tidak lain tidak bukan karena jasa andhika kangen band. Runtuhnya dominasi music melayu dikarenakan andhika potong rambut. Kalo pembaca perhatiin, semenjak rambut andhika pendek, setan2 terbelenggu, gerbang menuju ke dunia luar telah ditutup. Akhirnya dominasi lagu melayu berakhir.

Boy girl band yang kini membombardir TV ternyata lucu-lucu untuk dikomentari.
Dilihat dari jumlah tentu aja JKT48 adalah juara, aku curiga kalo dalam 1 bulan mereka ga dapet job manggung mereka bakal kayak ibu2 arisan :
“yah, karena bulan ini sepi job. Hari ini kita bagi beras… dan yang dapet adalah….” kata Manager diplomatis dengan mata rada sayu nahan kantuk karena semalaman ngelinting kertas undian arisan.



Aku juga bingung bagaimana mereka kenal satu sama lain? Aku 1 kampung aja kadang lupa, gimana kalo satu grup ada 48? Kalo mereka ketemu dijalan gimana coba?
“halo… aku A. dari grup JKT48”
“lho? Kamu JKT48? Aku juga! Cuman yang nari disektor kiri”
“ah pantes ga pernah ketemu, aku disektor kanan”
Saking banyaknya mereka sampe ga kenal satu sama lain. Apes.

Lalu masalah pembagian suara akan sangat rumit. Karena Tuhan maha adil, biasanya suara dan muka selalu berbanding terbalik. Muka jelek dikasih talenta suara bagus, suara jelek dikasih muka cakep. Maka jadilah yang mukanya cakep didepan sambil mangap-mangap sesuai nada biar dipikir bernyanyi. Muka yang jelek tapi suara bagus ada di bagian belakang. Yang pinter nari di samping biar bagusan dikit.

Nama band kadang bisa menjadi suatu pencitraan. Contohnya
•    JKT48 dikarenakan ada 48 anggota.
•    7 icons dengan 7 anggota yang semuanya ga kuat sama playboy dan yang denger ga kuat nahan muntah kalo mereka nyanyi live.
•    Smash dengan 7 anggota, secara nama mereka adalah singkatan dari Seven Man and Seven Homo.
•    Hitz dengan 3 anggota yang mengedepankan 1 personil asal korea dan entah kenapa suka buka baju sambil gerak-gerakin pundak trus nyanyi “yes…yes…yes… if you love me say…”
•    Tapi yang paling keren adalah boy band yang bernama dragon boyz. Perpaduan yang apik karena nama dragon bermaksud garang, tapi z pada boyz bermaksud alay. Mereka berusaha menutupi kefeminiman mereka dengan nama yang garang. Ajib. Bahkan personil mereka ada yang ngondek. Beneran ga boong, salah satu personil mereka (karena ga enak sama orangnya mari kita sebut saja Bunga) mengaku suka bawa alat make up kemana-mana.

Menurutku hal yang ditakuti oleh grup boy girl band selain menyanyi Live adalah wawancara Tv. Kenapa? Karena bisa mencoreng dan memperlihatkan inteligensi asli dari mereka. Contohnya aja cherry belle :
“kenapa anggotanya 9 orang?” Tanya si wartawan dengan serius
“kalo 5 kayak 5 bidadari, kalo 7 kayak 7 icon, kalo 11…… (yang ngomong nunggu temen-temennya ngerespon, tarik napas lalu….) KAYAK MAIN BOLA!” jawab mereka sambil ditambah cekikikan centil personil cherrybelle dan cekukan dari wartawan yang syok.



Atau boy band yang nyanyi ACDC yang ditanya :

“beda boy band kalian dengan yang lain apa?” Tanya si wartawan dengan serius (anggap aja wartawan yang sama dengan yang diatas)
“jelas beda!” jawab salah satu personil
………………………. Hening lama……………………..
wartawan menunggu jawaban bedanya dimana, si personil yang pegang mike bingung bedanya dimana. Mau jawab “yang lebih mahal banyak…..” pasti dikira iklan
Wartawan akhirnya mengalah dan bertanya “bedanya apa?”
“…………….. boy band kami…….. lebih energik…..” ngomong kayak ga yakin gitu. Yang lain manggut-manggut membenarkan. Wartawan bingung bagaimana ukuran “lebih energik” seperti yang dikatakan. Padahal lebih gampang kalo dia ngomong “boy band kami jiplak lagu orang…” maka semua orang percaya.

Keunikan lainnya dari fenomena ini, Ada girl band Indonesia yang berjumlah 9 orang menjiplak lagu dari girl band asal korea SNSD. Ada juga boy band yang menjiplak lagu Asereje menjadi ACDC. Selain udah menjiplak lagu, dia juga menjiplak nama grup band rock. Yang lucu, ga ada tu di TV diterangkan kalo itu ciptaan asli orang luar. Yang ada nama Dewiq yang muncul.

Boy girl band masing-masing merasa berbeda dengan yang lain. Padahal ya tetep aja dengan konsep sama. 1 lagu dengan maksud menjual di RBT. Tanpa kreatifitas lagi. Dengan tarian dan lispsing mereka udah bisa bikin penonton teriak. Paling yang beda cuman ada yang perform pake kapuera. Bela diri asal brazil. Kalo ga salah nama boy bandnya 3G. 3 gay.

Efek lain musim boy girl band antara lain adalah Tina Toon yang ikutan latah bikin girl band. Waktu jaman dulu lagi musim lagu anak-anak, dia ikut nyanyi lagu anak-anak. Waktu musim solo karier , dia juga ikut solo karier. Aku jadi yakin kalo musim rambutan, dia juga ikut jualan rambutan.

Efek dari boy girl band yang ada TV pada keluargaku adalah kecintaan ponakanku yang bernama Chela pada boy band Smash. Kecintaannya udah tingkat mengkhawatirkan. Tanda-tandanya sebagai berikut :
•    Tiap hari yang ditungguin adalah video klip dan iklan yang mengandung unsur smash. Kalo jajan cuman mau teh Rio dan makan sosis so nice. Kini di dunia hiburan televisi, ukuran sukses bukan seberapa banyak seseorang memiliki uang. Tapi lebih kepada seberapa keren seseorang itu sampai perusahaan sosis memilih dia untuk jadi bintang iklan.
•    Chela baru berumur 5 tahun dan dia ngerelain ga jajan di sekolah cuman buat beli fotonya Morgan seharga 2000 rupiah. Sampe di rumah dia Tanya
“om, aku abis nyium morgan”
“kok bisa?”
“nih fotonya… om icaQ mau cium juga? Ga papa. Aku ga cemburu kok”
Aku sempet tergoda, bukan karena permintaan ponakan tersayang, tapi karena fotonya bagus juga #eh?
•    Tiap minggu pagi telepon rumahku sambil tanya “om icaQ, kemaren liat cinta centat centut ndak? (ya.. dia bilang centat centut, bukan cenat cenut) Bagus lho! Ada morgan”
•    Buku tulis minta yang bergambar morgan.
•    Tingkat akutnya waktu ponakanku yang lain belajar tentang fenomena fataMORGANa. Chela secara sensitif menganggap bahwa itu sodaranya MORGAN. Dia 5 tahun dan kalo sudah gedhe kayaknya bakal jadi orang psikopat.



Saranku sebagai pengamat musik Indonesia, dalam menghadapi fenomena ini, kita harus tawakal. Badai pasti berlalu, aku yakin ini hanyalah cobaan dari Televisi. Kita harus mampu menyingkapi fenomena ini dengan berpasrah diri. Mending dengerin Indie karena idealisme non mainstream itu tiada tanding.

Kamis, 05 Januari 2012

cari buku


Buku adalah jendela ilmu, minimal hal itu yang sering kita denger atau bisa kita dapet dengan sekedar nge-googling di internet. Tapi bagiku mahasiswa yang duit aja pas-pasan, buku adalah jendela, lebih tepatnya jendela tetangga mana yang hari ini aku bobol untuk bisa dapet duit untuk beli buku?

 bayangkan kalau anda makan buku ini? berat bukan hidup anda?

Buku psikologi mempunyai ketebalan diluar nalar manusia. Sampe-sampe ada buku yang dibikin perjilid saking tebelnya dan ditiap jilidnya berharga ampe ratusan ribu. Kalo pada hari yang sama ada mata kuliah Psikologi umum 1, Psikologi umum 2 dan Psikologi kepribadian maka siap-siaplah untuk bungkuk permanen pada hari itu karena membawa buku tebal dengan berbagai versi sangat menyita punggung dan tangan. Masih beruntung menjadi mahasiswi yang cantik karena para mahasiswa bau naga akan melakukan hal ini :
“aduh kasian, sini aku bawain…”
Tapi kalo mahasiswi tidak (ehem) cantik,
“aduh kasian, minta bawain temen yang cantik dong. Nanti aku bantuin
Kalo mahasiswi tidak (ehem) cantik meminta tolong,
“bantuin? aduh tanganku sakit, kata dokter ga boleh bawa yang berat-berat…”
2 detik kemudian yang cantik lewat,
“kata dokter ga papa kok.. sini aku bawain…”

Hidup sebagai mahasiswa jomblo lebih berat karena mahasiswi cantik tinggal pilih siapa yang hari ini bawain buku mereka, mahasiswa jomblo bagai cabe keriting yang dijual dipasar nunggu dipilih ibu-ibu, mending langsung milih, pake nawar akan terdengar lebih pedih. Mahasiswa jomblo bagai anjing di pet shop yang nunggu dipilih majikan sambil keluar air liur dan lidah keluar masuk. Kalo perlu kita saling menyakiti mahasiswa jomblo lain agar bertahan hidup. Pedih.
Kembali ke cerita buku, kita singkirkan anjing dan cabe keritingnya.

Sebagai mahasiswa baru, tentu saja buku sangat penting dalam dunia perkuliahan. Mahasiswa yang pintar akan membeli untuk menambah pengetahuan, mahasiswa yang tidak pintar akan membeli biar kelihatan pintar atau sekedar membawa aja biar dikira anak kuliahan. Di semarang, satu tempat yang menyediakan buku psikologi terlengkap adalah toko buku.
tapi kendalanya adalah sangat mahal setara dengan uang makan puasa senin-kamis selama 1 semester. Ga keren aja cuma beli buku satu buku perlu 1 semester. Bagaimana kalo 144 SKS? Kuliah engga, typus iya.
Mahasiswa miskin perlu inovasi, caranya adalah membeli buku bajakan atau fotokopi buku yang ada di perpustakaan. Ide ini aku sampaikan pada temen-temen miskin lain dan mereka menyetujui ide brilianku ini. Maka kita kumpulan mahasiswa setengah matang bareng-bareng datang ke perpustakaan untuk pinjem buku. Nyatanya banyak mahasiswa yang berpikir sama padahal di perpustakaan cuman ada 2 buku.

Aku dan temen-temen sepakat berpencar untuk mencari buku Panduan Psikologi Umum (PPU). Aku dan Danu mencari di lantai 2, Ryan dan Cahyo mencari di lantai 5 sedangkan Combed dan Indra mencari di kamar mandi dengan maksud sapa tau ada yang iseng bawa-bawa ke kamar mandi alih-alih mereka kebelet pipis.
Beberapa menit cari, Ryan SMS kalo buku PPU baru aja dipinjem. Combed SMS kalo di kamar mandi ga ada, yang ada cuma orang pipis, dia bermaksud ke kamar mandi cewek tapi takut digampar. Harapan satu-satunya tertumpu pada kombinasi aku dan Danu. Kami saling menatap,
tatapan Danu seperti berkata “kita harapan satu-satunya caQ, jangan kecewakan mereka!”
tatapanku seperti berkata “iya, tapi jangan menatapku kayak gitu. Kita dipikir homo…”

Setelah sampai ke lantai 2, kami langsung cari pake katalog komputer. Ternyata masih ada! Nomor 155.02. kita langsung lari ke rak yang dimaksud. Tapi ternyata kami ga sendirian. Kami punya pesaing! Indra Number 2!
Indra number 2 adalah laki-laki paling pintar di kelas. Tulisan paling rapi, duduk paling depan, aku yakin kalo tempat duduk bisa dipindah dia bakal pilih didepan persis meja dosen. Duduk Indra dengan kaki nyilang persis kayak penontonnya acara Dhasyat yang kalo nari kayak cuci-jemur pakaian. Kenapa namanya Indra Number 2? Karena selain temen kami ada yang namanya Indra. dia paling anti sama nomor 2, pengennya nomor 1. IPK nomor 1, presentasi nomor 1, bahkan kalo ada sesi Tanya jawab dia yang pertama kali mengacungkan tangan.

Indra number 2 jaraknya lebih dekat dengan buku PPU dari pada aku, kita saling menatap. Aku menatapnya dan nya menatap aku. Aku menatap buku, nya ikutan menatap buku. aku mulai berkonsentrasi sampe-sampe bisa baca pikiran Indra Number 2 yang menginginkan buku itu juga. Aku menyipitkan mata. Aku lari dengan kecepatan sekenanya, Indra ikutan lari. Tapi tangan dia lebih dulu sampai, aku bermaksud mencolok matanya tapi aku inget dia pake kacamata, aku cuma bisa teriak “TTIIIIIDDDAAAAKKKKK!!!” tiba-tiba hujan Guntur menyambar berbarengan dengan ketawa bahagianya Indra “bhbhbhbhbhbhbhbh….” dan dia pergi meninggalkanku dengan penuh kemenangan.
Aku sempet shock, tapi mahasiswa miskin ga boleh patah arang. aku usap ingusku
Aku melancarkan rencana B. Cari buku bajakan bersama Danu di stadion deket Universitas Diponegoro (Undip). Danu mau-mau aja padahal dia belum tau dimana stadion yang aku maksud. Kita naik motorku dan sampai ke Undip dengan selamat. Danu percaya aja aku bawa kesana, muter-muter ampe 1 jam akhirnya dia nanya atas keganjilan yang ada,

“caQ, sebenernya kamu tau tempatnya ga sih?”
“wehe… maap dan. Aku ga tau…” jawabku polosan
Danu mukanya masih biasa aja “kamu di semarang berapa tahun?”
“dari lahir lah. Gini-gini aku orang Semarang asli!”
“19 tahun di Semarang, ga tau Stadion mana?” mukanya udah mulai berubah, bentar lagi jadi super saiya.
 “wehe… maap dan. Aku baru bisa naik motor waktu kuliah ini…” jawabku polosan lagi,
“kita tanya tukang becak aja!” mendadak dalam bayanganku danu udah jadi jadi super saiya 3. Gondrong bagian belakang. Depannya tetep botak.
Setelah berguru dengan tukang becak, aku menyadari bahwa dari tadi selama 1 jam penuh aku dan Danu cuma muter-muter di sekitar Stadion. Padahal stadionnya ada di tengah. Kami mulai cari satu demi satu kios buku yang ada disitu.

Kios Ade,
“mbak, buku Panduan Psikologi Umum ada ga?”
“ga ada mas…”

Kios Indra,
“Koh, buku Panduan Psikologi Umum ada ga?”
“yang lebih mahal banyak…”

Kios Budi,
“Mas, buku Panduan Psikologi Umum ada ga?”
“ga ada. Playboy aja. Baru terbit nih!” aish! Jangan sekarang mas, lagi bokek nih. Aku berjanji dengan kekuatan bulan akan kembali ke kios ini lagi, besok tanpa danu karena ga seru aja baca Playboy bareng-bareng.

Kios AL-Munawar
“Mas, buku Panduan Psikologi Umum ada ga?”
“ada mas. Nih baru dateng” aku dan Danu udah nari saking senengnya. Tapi aku disadarkan dengan satu majalah laen, danu masih nari poco-poco. Aku liat buku itu. Wau! Playboy nangkring di atas kios bagai jemuran karena di jepit di antara tali jemuran.
“mas, ini kios namanya Al-Munawar kan?”
“iya mas.”
“itu Playboy kan?” sambil nunjuk benda yang dimaksud.
“iya mas, yang terbaru. Bagus. Saya udah baca. Masnya mau beli?”
“besok aja mas. Cuman kaget aja kombinasi Al-Munawar dan Playboy. Kontras”
Mas penjual buku masih ga maksud dari obrolan barusan. Aku patungan dengan Danu yang masih nari-poco-poco sampe balik ke kampus. Bayar dan ngacir meninggalkan mas penjual buku dengan tatapan bingung. Buku bajakan pun telah terbeli. Sampe kampus program fotokopi berjamaah segera dilaksanakan. Dan program ini akan kami lanjutkan sampe kita lulus nanti.

Minggu, 01 Januari 2012

Mereka bilang aku CINA



-----------------------------------------------



A : Kenapa namanya ayu ting ting?
B : karena dia masih perawan?
A : engga. Soalnya dia dari jawa barat. Nyanyinya “dimana… dimana… dimana?”
     Kalo dari cina namanya ayu ling ling dan pasti nanyinya “damana… damana… damana?”
----------------------------------------------

 ini cina!

ini bukan!

Merasa geli juga sih nulis judulnya. Tapi ini merupakan jawaban dari tantangan WURI. Bagi pembaca yang ga tau siapa itu wuri, bersujud dan segeralah mengucap syukur. Karena jika mengenal dia akan memberikan efek penyesalan yang berkepanjangan, mata berkunang-kunang, dan obesitas yang peningkatannya sangat signifikan ditiap harinya. Okelah, kita singkirkan wuri dari pembicaraan ini. Toh selain wuri bukan cina, kalo nama wuri disebut beberapa kali akan memberikan dampak kesenangan pada dia krn namanya disebutkan beberapa kali dalam posting ini.

Pembaca yang berasal dari UNIKA Soegijapranata tentu tau bahwa mayoritas yang berkuliah di Unika adalah Chinese. Tentu aku tau karakteristik beberapa dari mereka, memang bukan semua, cuman kebanyakan. Kalo survey bilang sih 7 dari 10. Aneh juga, semenjak aku sekolah dari SD sampai Kuliah, baru kuliah aku dikatain bersuku cina. Cina dari mananya coba? Beberapa karakteristik cina udah pernah aku pelajarin. Ga ada tu karakteristik yang ada di aku.
  1. Aku ga begitu putih
  2. Aku ga secerdas mereka dalam hal managemen uang bahkan aku ga cerdas dalam hal apapun *lho kok jadi ngejek diri sendiri gini?
  3. Aku ga pake sandal crox ke kampus
  4. Aku ga pake baju kebesaran
  5. Aku ga… ga… ga… kuat… ga… ga… ga… kuat… *eh, kok malah nyanyi gini?
  6. Aku masih bisa ngomong Di… bukan Da pada kata “DIMANA”
  7. Bauku tidak seperti baju baru (kayaknya ga berlu diterangin ya, terlihat kalo ga mudeng maka pembaca kurang cerdas. Hehe)
  8. Aku ga pake kalung emas apalagi di perlihatkan dan dipadu padankan dengan baju yang kancing bajunya di buka 3-4 bagian atas (bukan 1 kancing seperti orang kebanyakan. Dan entah kenapa ya, hal itu membuat beberapa orang PD. Padahal ada 3 hal yang mereka ga tau. 1. Orang itu terlihat norak 2. Orang itu terlihat homo 3. Orang itu combo dari keduanya)
Dan masih banyak lagi yang ga banget dari aku. Intinya bagian manakah dari diriku yang patut dikatakan cina? Kalaupun aku mirip cina, berarti yang cina kan orang tuaku, bukan aku. Eh, hem… sebentar. Ada yang aneh dengan pernyataan barusan. Ah sudahlah.

Satu hal yang pasti, ada satu kemiripan yang aku yakin bikin mereka bilang aku cina. Yaitu mata. Tapi mereka ga tau, tahun 2012 yang lagi hits adalah mata sipit. Ini relevan dan didukung oleh survey pembelian elektronik. Di tahun 2012 orang akan senang dengan sesuatu yang tipis. Hape tipis. Televisi tipis dan juga mata yang tipis. Sipit adalah hits di tahun 2012. Hidup sipit!

Ngomong-ngomong soal cina. Banyak hal yang ga bisa aku pahami soal sterotip cina yang pelit dan perhitungan. Padahal banyak banget temenku yang cina dan baiknya naujubilah. Ada sih yang pelit sampe-sampe pinjem buku aja ga boleh, takut lecek katanya. Tapi sedikit. Aku bingung, padahal buku lecek itu sebagian dari iman. Contohlah alkitab. Kalo alkitab ga lecek, berarti yang punya ga pernah baca. Trus apa gunanya punya? Ah sudahlah, kembali ke topic awal. Kita singkirkan topic hidayat dan topic saya bundar.

Sterotip cina yang pelit jelas didasari dari pemikiran orang yang meminta. Mari kita bernalar lagi. Di semarang yang paling dekat dengan orang cina adalah orang jawa. Kebanyakan orang jawa (7 dari 10 lagi. Jika kamu bukan tipe ini berarti kamu adalah 3 dari 10) pinggiran yang diberi sesuatu cenderung meminta lagi. Pemikirannya adalah jika awalnya diberi maka jika meminta lagi akan diberi. Nah, aku cenderung yakin kalo sterotip pelit bermula dari ini. Pribadi orang jawa yang merasa di enakan dengan diberi dan meminta bertubrukan dengan orang cina yang segalanya akan diperhitungkan. Orang cina memiliki sifat perhitungan adalah dari hidup mereka yang memilih berdagang. Dosenku pernah bilang, jaman dulu orang cina ga bisa jadi PNS, Polisi ataupun perangkat pemerintah. Hasilnya cara untuk kaya adalah dengan berdagang.

Tapi kenapa sih kita selalu mempermasalahkan cina, jawa, batak ataupun sunda? Tuhan menciptakan manusia itu berbeda-beda. Tapi Tuhan kasih 1 yang sama. “sesuatu” yang buat kita bisa mengerti satu sama lain. Untuk bisa saling toleransi dan menghormati satu sama lain. Entah apa pun suka anda. Yakinlah bahwa Tuhan beri kita Cinta untuk saling memahami.